tahunbaru berarti telah berkurang satu tahun jatah hidup kita didunia tapi tahun baru ini, apa telah bertambah bekal kita tapi tahun baru ini, berapa dosa yang telah terkumpul ada kenalan anak2 peternakan. Jadi deh tambah umur gue. Benerkan ? kata orang "Banyak temen, banyak gaul jadinya tambah umur n tambah rejeki" (semoga) _dipakaiatau tidak dipakai akan tetap mencair digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan._ *"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."* 🎯 Ada 3 hal dalam hidup yang tidak bisa kembali: *1. Waktu* *2. Ucapan* *3. Kesempatan* 9Likes, 2 Comments - Millenia Romdina (@milleniaromdina) on Instagram: “Bertambah umur,berkurang jatah hidup.Tak banyak inginku,semoga allah sehatkan lagi badanku🙏” Hariketika usia kita bertambah--sebetulnya bukan bertambah, melainkan berkurang--secara nominal. Hingga sering dikatakan, bertambah usia pasti bertambah tua. Artinya, selama masih ada jatah umur, secara hukum alam pertumbuhan fisiologis pasti terjadi. Masalahnya, tidak ada kepastian dari alam tentang perkembangan mental. Sikap, kepribadian Ulangtahun adalah hari ketika seseorang bertambah usia. Pada hari kelahiran seseorang tersebut tentunya akan terasa kurang apabila dilewati begitu saja tanpa mengadakan sebuah perayaan ulang tahun. Dengan bertambah tuanya kamu, itu menandakan bahwa jatah umurmu semakin berkurang. Jika tahun ini kamu masih bisa memperingati hari kelahiranmu Umuryang barokah tidak sama dengan usia yang panjang. Salah satu ciri umur yang barokah adalah tiap detik waktunya sangat berharga dan tidak ada yang sia-sia. Usianya banyak digunakan untuk beribadah pada Allah SWT, beramal dan berdakwah. Menebarkan manfaat kepada siapa saja. Bergaul dengan orang-orang yang sholih. Namunperlu disadari saat bertambah usia, berarti telah berkurang pula jatah hidup kita didunia ini, semakin bertambha usia semakin dekat kita kepada kematian, hal ini yang terkadang luput dari renungan kita. Setiaphari kita bertambah umur yang berarti berkurang jatah hidup secara otomatis. Namun menjadi dewasa tidaklah demikian. Kita mesti digembleng oleh lingkungan sekaligus menggembleng diri untuk bisa berkembang menjadi pribadi yang dewasa. Ciri-ciri orang dewasa yang paling menonjol adalah bertanggungjawab. Mengingatkankita bahwa dengan bertambahnya usia maka jatah hidup kita di bumi ini berkurang. setiap hari, semua orang yang hidup bertambah usianya. Berdasarkan kronologis (urutan waktu), usia biologis manusia menurut pengalaman Pemazmur pada umumnya adalah 70 tahun dan bisa mencapai 80 tahun. Pemazmur mengatakan “Masa hidup kami tujuh puluh SebuahBOTOL ~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan ~Kalau diisi jus buah, hargan ya 10 ribuan ~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu.. 64JP. Tidak terasa kita sudah berada di tahun 2022. Sebagian orang mungkin menyangka bahwa kehidupannya hari ini adalah bertambahnya usia. Padahal jika kita amati dengan seksama justru usia kita sebenarnya makin yang telah kita ketahui bahwa Kelahiran, jodoh, kematian manusia adalah sudah ditakdirkan atau digariskan oleh Allah Ta’ala. Misalnya seseorang ditakdirkan hanya berusia 75 tahun, sekarang dia berusia 50 tahun makan umurnya di dunia fana ini hanya tinggal 25 sebenarnya jika seseorang bisa menikmati hidupnya hari ini, artinya seseorang itu berkurang usianya. Jadi moment ulang tahun bukanlah hal yang perlu dirayakan dengan suka cita, hura-hura, bermewah-mewah apalagi hingga melanggar syariat Allah. Memang ulang tahun perlu disyukuri bahwa kita masih diberi “waktu” untuk Tuhan menikmati / menjalani kehidupan Moment mengingati hari kelahiran kita seharusnya dijadikan moment instrospeksi diri apakah diri kita makin tahun makin bertambah baik perilaku dan kehidupan kita. Apakah hari-hari yang kita jalani lebih mendekatkan diri kepada Allah atau justru sebaliknya?Katakan pada dirimu, Setiap bertambahnya umur saya, selalulah bertanya kepada diri sendiri apakah saya sudah bertambah baik, bijaksana, lebih dekat kepada Allah? Jika masih belum saya berjanji kepada diri saya sendiri ditahun yang akan saya jalani, saya akan bertambah bijaksana dan bertambah baik, bertambah sholeh dalam perilaku dan kehidupan saya. Karena waktu tidak bisa menunggu kita, waktu akan selalu mengejar kita, menggerogoti/mengurangi usia kita. Waktu tak pernah kembali, maka tak salah adalah sebuah istilah waktu adalah harta yang berharga, waktu adalah uang, waktu tidak bisa dibeli dengan harta apapun. Setiap hari menjalani hidup ini sebenarnya berarti kita makin menyusut, masa manfaat kita makin berkurang. Makin tua kita semakin banyak keluhan ditubuh kita, dimana sewaktu muda tidak kita rasakan. Berbagai penyakit kadang menjangkiti diri kita. Usia tidak bisa ditipu. Maka isilah waktu dengan sebaik-baiknya, yang bermanfaat dan yang dapat membuat diri kita bertambah baik. Hargai waktu seperti kita menghargai diri kita panjang umur merupakan modal untuk meraih kedudukan yang tinggi di sisi Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Namun jika umur yang panjang dipenuhi dengan keburukan, maka pemiliknya menjadi orang yang paling buruk. عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-HâkimKenapa orang yang panjang umurnya dan baik amalnya merupakan orang terbaik ? Karena orang yang banyak kebaikannya, setiap kali umurnya bertambah maka pahalanya juga bertambah dan derajatnya semakin tinggi. Kesempatan hidupnya merupakan tambahan pahala dengan sebab nilai amalannya yang terus tambah, walaupun hanya sekedar istiqâmah di atas iman. Karena apakah yang lebih besar dari iman di dalam kehidupan ini?Sebaliknya, seburuk-buruk orang adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya, karena waktu dan jam seperti modal bagi pedagang. Seyogyanya, dia menggunakan modalnya dalam perdagangan yang menjanjikan keuntungan. Semakin banyak modal yang diinvestasikan, maka keuntungan yang akan diraihnya juga semakin banyak. Barangsiapa melewatkan hidup untuk kebaikannya maka dia telah beruntung dan sukses. Namun barangsiapa menyia-nyiakan modalnya, dia tidak akan beruntung dan bahkan merugi dengan kerugian yang nyata”.Di dalam hadits yang lain disebutkan وعَنِ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِكُمْ ». قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَاراً وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالاً Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah aku beritahukan kepada kamu tentang orang yang paling baik di antara kamu?” Mereka para sahabat menjawab, “Ya wahai Rasûlullâh”. Beliau bersabda, “Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling panjang umurnya di antara kamu dan paling baik amalnya”. HR. Ahmad; Ibnu Hibbân; dan al-Baihaqi.Hadits-hadits ini menjelaskan keutamaan panjang umur yang disertai dengan amal yang baik. Syaikh al-Munâwi rahimahullah menjelaskan perkara tersebut dengan berkata, “Karena termasuk keadaan seseorang adalah bertambah dan meningkat dari satu kedudukan menuju kedudukan di atasnya sehingga mencapai kedudukan kedekatan kepada Allâh, maka seorang Mukmin yang berusaha mencari bekal untuk akhirat dan berusaha menambah amal shalih tidak layak menginginkan berhentinya dari apa yang dia inginkan itu dengan mengharapkan kematian.”Oleh karena itu seorang Mukmin jangan sampai menyia-nyiakan umur dan waktunya. Hendaklah dia selalu waspada terhadap kehidupannya, umur yang masih ada hendaklah diisi dengan amal sholih. Jika tidak, maka kerugian yang akan Allah membimbing kita dan menjadikan umur kita lebih berkah. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. 2 hari lagi aku berulang tahun, usiaku bertambah, jatah hidupku di dunia berkurang, tapi aku tak putus berdoa agar semakin dekat pada YG MAHA KUASA , di beri kesehatan, panjang usia, penuh cinta dan hidup berguna bagi keluarga dan orang lain. Aku percaya kadang doa merubah takdir. Sejak kecil aku tak pernah merayakan ulang tahun , karena aku tak dibesarkan oleh ke2 orang tuaku. Setiap ulang tahun nenekku membuatkan mie goreng kata beliau biar panjang umur dan 2 telur rebus yg di beri warna merah aku ngga tahu apa artinya bagi orang Chinese. Namun satu yg aku lakukan selalu, beli kue kecil apa aja yg penting lilin bisa nancap lalu aku masuk kamar, berdoa , nyanyi sendiri, tiup lilin sendiri dan tepuk tangan sendiri. Ulang tahun bagiku bukan untuk berpesta pora , tapi saat untuk merenung, melihat kebelakang , yg buruk di buang yg baik di tingkatkan. Aku sudah terbiasa di ajarkan hidup sederhana oleh nenekku, maka dibelahan dunia manapun aku berada, aku adalah aku tetap wanita sederhana. Bagi yg merayakan ulang tahun dengan berpesta meriah adalah hak mereka untuk mengungkapkan rasa syukur karena masih di beri kesempatan bertambahnya umur. Kutemukan puisi ini dari blognya Muliaarif dan minta izin pada beliau untuk mencopas, puisi ini amat menyentuh hatiku, rasanya aku malu pada Tuhanku "ULANG TAHUN"Hari hari lewat, pelan tapi pasti Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru Karena aku akan membuka lembaran baru Untuk sisa jatah umurku yang baru…Daun gugur satu-satu Semua terjadi karena ijin Allah Umurku bertambah satu-satu Semua terjadi karena ijin AllahTapi… coba aku tengok kebelakang Ternyata aku masih banyak berhutang Ya, berhutang pada diriku… Karena ibadahku masih pas-pasan… Kuraba dahiku… Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk Kutimbang keinginanku…. Hmm… masih lebih besar duniawikuYa Allah…. Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan? Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan? Masihkah aku diberi kesempatan?Ya Allah…. Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku Astagfirullah… 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya loading...Al-Quran sebagai pedoman hidup orang beriman telah memberi panduan agar kita dapat mempergunakan usia kita dengan ibadah dan beramal kebajikan. Foto ilustrasi/ist Berganti tahun , maka 'jatah' umur manusia di dunia akan semakin berkurang. Dan manusia terbaik adalah mereka yang mengisi waktu-waktunya dengan amalan yang mengantarkan kepada kebaikan dunia dan akhiratnya. Orang yang banyak kebaikannya, setiap kali dipanjangkan umurnya maka akan banyak pahalanya dan dilipatgandakan derajatnya . Maka bertambahnya umur akan bertambah pula pahala dan amalannya.Baca juga Nasihat Bijak Para Ulama Tentang 'Waktu' di Dunia Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amalannya.” HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan al-HakimAl-Qur'an sebagai pedoman hidup orang beriman telah memberi panduan agar kita dapat mempergunakan usia kita dengan ibadah dan beramal kebajikan. Al-Qur'an juga memberi hikmah dan penjelasan yang lengkap tentang tanda-tanda fisik yang ada pada tubuh kita dalam rentang usia kita agar manusia mampu mengambil pelajaran dan menambah iman.Baca juga Memberi Kesenangan dan Bersenang-senang dengan Hati Suami Tanda-tanda fisik ini, dapat diartikan telah datangnya sebuah peringatan. Suatu hal yang seharusnya menjadi cambuk supaya menyadari akan keadaannya. Sungguh uban yang meliputi kepala, kulit yang mulai keriput dan kekuatan yang mulai melemah merupakan peringatan bahwa ajal telah dekat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ“Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan?” QS Fathir 37Baca juga Menunda-nunda Waktu Salat, Musibah Besar Kaum Perempuan Selain ayat di atas, ada beberapa penjelasan dalam Al-Qur'an terkait umur manusia. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut di antaranya 1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam, karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia, terdapat dalam surah Hud Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita, karena Allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat Akhirat. 72.3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita, karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan. Namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah mengecewakan. 22.Baca juga PNM Sudah Membina 7,83 Juta Nasabah Aktif, Mayoritas Perempuan 4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam Tanah selamanya. Imran 1455. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan Tulang & Sendi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan diambil. 78.6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita, karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih. Imran 185.